Rumah bukan sekadar tempat untuk berteduh dari panas dan hujan saja. Dengan memiliki rumah, kamu tentu menginginkan kenyamanan dan keindahan. Itulah sebabnya interior rumah sederhana tapi menarik sangat penting.

Bagi kamu yang memiliki hunian berukuran kecil, pemilihan interior rumah mungil mungkin akan terasa membingungkan. Untuk memudahkan kamu mencari jenis interior rumah indah yang sesuai dengan selera, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Jenis-Jenis Interior Rumah

3-1 cnnindonesiacom

Sumber : CNN Indonesia

Sejak dulu sampai sekarang, desain interior rumah terus mengalami perubahan. Selain desain-desain lama yang sudah ada, muncul juga desain gaya baru yang menjadi inspirasi bagi mereka yang menginginkan tampilan interior rumah kecil unik. Apa saja jenis-jenis interior yang banyak diterapkan pada hunian?

1. Gaya Skandinavian

Mengusung konsep bersih dan alami, gaya Skandinavian sangat cocok diaplikasikan untuk interior rumah sederhana tapi elegan. Gaya ini umumnya mengandalkan keramik dengan warna putih sekaligus aksen berbahan kayu. Dengan dekorasi minimal, penyusunan perabotan juga dilakukan dengan rapi. Jika ingin menerapkan desain interior rumah minimalis tanpa sekat, gaya Skandinavian bisa menjadi pilihan yang menarik.

2. Gaya Modern

Seperti rumah bergaya Skandivanian, interior dengan sentuhan modern juga umumnya menonjolkan kesan minimalis. Bedanya pada hunian modern, kamu akan menemukan banyak komponen yang dibuat dengan menggunakan bahan kaca dan besi mengilap. Perabotan-perabotan dengan model yang simpel tetapi sleek juga kerap digunakan pada rumah bergaya modern.

3. Gaya Minimalis

Seperti namanya, rumah dengan interior minimalis menggunakan sesuatu yang minimal, baik dalam pemilihan warna maupun perabotan. Tidak heran jika pada rumah minimalis, kamu akan menemukan warna-warna yang cenderung netral seperti putih, hitam, abu-abu, atau krem.

Perabotan yang digunakan juga umumnya punya desain sederhana, seperti meja bulat atau sofa petak minimalis. Pada rumah dengan gaya ini, dekorasi hanya diberikan sekadarnya agar tidak terlihat berlebihan.

4. Gaya Tradisional

Di luar negeri, interior bergaya tradisional dekat dengan gaya khas Eropa zaman dulu yang banyak menggunakan elemen kayu. Mulai dari perabotan, lantai, bahkan dinding yang dibuat dengan bahan kayu akan memunculkan kesan alami yang hangat.

Di Indonesia, gaya tradisional bisa dipadukan dengan sentuhan budaya setiap daerah. Di Jawa misalnya, penggunaan fasad rumah joglo atau ukiran-ukiran kayu adalah beberapa cara memberikan sentuhan etnik ke dalam hunian.

5. Gaya Vintage

Dengan pemilihan warna lembut seperti merah muda, kuning muda, putih, dan hijau muda serta corak bunga-bunga yang dominan, gaya vintage memang terkesan girly. Namun, bukan berarti gaya ini hanya cocok diaplikasikan pada kamar tidur wanita saja. Kamu juga bisa menerapkannya ke hunian idamanmu.

Salah satu ciri khas dari gaya vintage adalah pemilihan dekorasi dan perabotan berupa barang-barang zaman dulu. Penggunaan material kayu dengan cat yang sedikit mengelupas juga bisa memberikan kesan vintage yang menarik pada interior rumah kamu.

6. Gaya Industrial

Menonjolkan warna-warna khas pabrik zaman dulu seperti hitam dan abu-abu, gaya industrial lekat dengan material berupa baja, beton, serta langit-langit yang dibiarkan terbuka. Untuk mendapatkan kesan industrial yang kuat, orang-orang di luar negeri bahkan rela menggunakan gedung bekas gudang sungguhan untuk membuat rumah mereka.

Berlawanan dengan gaya vintage, desain interior industrial lebih terkesan macho. Kalau ingin mengaplikasikannya ke rumah, pastikan bangunan yang kamu punya memiliki langit-langit yang cukup tinggi. Jangan lupa lengkapi hunian industrialmu dengan furnitur berbahan besi atau metal.

7. Gaya Shabby Chic

Desain interior shabby chic sangat dekat dengan gaya vintage yang cenderung lembut dan feminin. Pemilihan warna-warna pastel adalah salah satu ciri khas yang paling sering muncul dari rumah bergaya shabby chic. Shabby sendiri secara bahasa artinya lusuh. Tak heran jika kamu akan menemukan perabotan dengan cat mengelupas atau benda-benda tua yang dihadirkan pada interior shabby chic. Tujuannya adalah untuk memberikan kesan lusuh yang sebenarnya.

Selain desain interior yang sudah disebutkan di atas, masih banyak lagi gaya lain yang mungkin bisa dijadikan inspirasi. Gaya-gaya ini juga bisa dipadukan dan dipilih sesuai dengan selera dan kebutuhan hunian kamu.

Desain Interior yang Cocok untuk Rumah Mungil

3-2 arsiteqcom

Sumber : Arsiteq

Di antara sekian banyak pilihan gaya desain yang ada, gaya mana yang sebenarnya paling cocok diterapkan pada desain interior rumah minimalis type 36 72? Pada dasarnya, hampir semua gaya bisa diaplikasikan untuk rumah berukuran kecil. Namun, karena ruang yang terbatas, gaya simpel seperti minimalis paling banyak digunakan orang.

Selain gaya minimalis, interior Skandivanian yang minim penggunaan furnitur juga bisa jadi pilihan menarik. Kalau suka, kamu bisa memberikan sentuhan vintage, tradisional, bahkan shabby chic ke dalam interior rumah type 36. Hanya saja kamu harus memastikan tidak ada terlalu banyak furnitur dan dekorasi yang digunakan untuk menghindari kesan sumpek dan penuh.

Tips Mendekor Rumah Mungil

3-3 bosproperticom

Sumber : Bos Properti

Tidak seperti menata hunian berukuran besar, mendekor hunian mungil memerlukan banyak pertimbangan. Selain karena area yang sempit, kamu juga harus memikirkan baik-baik tentang layout serta pemilihan perabotan dan aksesori agar rumah tidak sempit. Ada beberapa tips penting dalam mendekor rumah mungil yang perlu kamu perhatikan, yakni:

  • Jangan gunakan terlalu banyak warna monokrom dan seragam. Menurut seorang pakar desain, Emily Henderson, memilih skema warna monokrom seperti hitam dan putih atau memasang satu set perabotan dengan warna yang sama akan membuat ruangan terkesan sempit. Ini karena secara visual, semua jadi terkesan menyatu. Gunakan variasi untuk mendongkrak estetika rumah.
  • Hindari meletakkan terlalu banyak perabotan. Meletakkan terlalu banyak furnitur di lantai adalah kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemilik rumah minimalis. Padahal, ini justru akan membuat interior jadi terlihat berantakan. Usahakan untuk menghindari perabotan yang berukuran terlalu besar dan manfaatkan dinding sebagai tempat penyimpanan tambahan.
  • Gunakan perabotan multifungsi. Rumah minimalis lekat dengan pemilihan furnitur yang kreatif dan multifungsi. Kamu bisa membeli meja lipat yang bisa digunakan untuk meja kerja dan meja makan sekaligus. Selain itu, kamu juga bisa membeli sofa dengan tempat penyimpanan di bawahnya dan beragam perabotan multifungsi lainnya.

Menata rumah mungil memang akan selalu menantang dan membutuhkan banyak pertimbangan. Kalau kamu merasa tidak bisa melakukannya sendiri, jangan ragu untuk menggunakan jasa interior rumah profesional untuk mewujudkan hunian impian yang kamu beli di ManiaEstate.