Ketika membangun rumah, pintu kamar mandi kerap luput dari perhatian. Selain karena posisi yang tersembunyi, pintu kamar mandi dianggap bukan bagian krusial dalam mendukung estetika rumah. Padahal, pintu kamar mandi yang bagus dan awet itu penting. Tidak hanya untuk memperindah, tetapi hal tersebut dapat menghindarkan kamu dari biaya perbaikan pintu yang tidak terduga.

Selain pemilihan material, tipe pintu kamar mandi berdasarkan cara membukanya juga perlu diperhatikan–terutama jika kamu memiliki ukuran kamar mandi yang kecil. Untuk memudahkan kamu dalam memilih pintu kamar mandi, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Jenis-Jenis Pintu Kamar Mandi Berdasarkan Materialnya

1-1 lacakhargacom

Sumber : Lacak Harga

Kalau pintu kamar mandi di rumah kamu cepat rusak, kemungkinan kamu salah memilih material. Ada banyak sekali bahan yang digunakan untuk membuat pintu kamar mandi. Beberapa jenis mungkin cocok untuk rumah kamu dan beberapa bahan lainnya mungkin perlu dipertimbangkan karena kurang sesuai dengan kondisi lingkungan.

Secara umum, ada enam macam material yang sering digunakan untuk membuat pintu kamar mandi di Indonesia. Apa saja?

1. Pintu Kamar Mandi Kayu

Kayu merupakan material yang paling umum digunakan untuk membuat pintu kamar mandi, terutama pintu kamar mandi minimalis. Selain mudah ditemukan, bahan kayu juga bisa dibentuk sesuai dengan selera dan gaya rumah kamu. Sayangnya dari segi durabilitas, pintu kamar mandi yang dibuat dengan bahan kayu cenderung mudah rusak.

Jika sering terkena cipratan air, pintu kayu akan menjadi lembap dan pada akhirnya lapuk dan rusak. Bagian yang paling dulu mengalami kerusakan umumnya adalah bagian bawah. Kalau sudah lembap dan mengelupas, pintu kayu sudah tidak menarik lagi dan mungkin harus diganti.

Karena kekurangannya ini, pintu kamar mandi kayu tidak cocok digunakan untuk kamar mandi kecil. Kalau tetap ingin menggunakan pintu kayu, usahakan posisinya jauh dari area yang terkena cipratan air. Selain itu, pilihlah material kayu yang memiliki daya tahan tinggi terhadap air seperti kayu ulin dan kayu besi agar lebih awet.

2. Pintu Kamar Mandi Aluminium

Material aluminium banyak digunakan karena harganya yang terjangkau dan mudah didapat. Selain itu, aluminium juga memiliki sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki oleh material kayu. Misalnya saja, sifatnya yang tahan basah dan lembap serta tidak mudah rusak dan keropos. Selain itu, harga pintu kamar mandi aluminium terjangkau.

Pintu kamar mandi dari kayu juga mudah dipasang karena bobotnya yang ringan. Meski tersedia dalam banyak model, pintu aluminium tidak bisa dimodifikasi. Artinya, kamu harus pintar-pintar memilih model yang disediakan oleh pabrik agar estetika interior rumah kamu tetap terjaga.

3. Pintu Kamar Mandi Plastik

Pintu yang sering disebut sebagai pintu kamar mandi plastik sebenarnya dibuat dengan bahan PVC. Bahan yang tahan air ini memang memiliki sifat yang sangat mirip dengan plastik. Dibandingkan pintu dengan bahan aluminium, pintu PVC tersedia dalam beragam model dan warna. Kamu juga tidak perlu melakukan finishing saat memasangnya karena tampilannya sudah cukup menarik.

Pintu dari PVC biasanya menyatu langsung antara bagian kusen dengan daun pintunya sehingga proses pemasangannya lebih praktis. Kalau kamu mencari pintu kamar mandi dengan harga terjangkau dan tahan korosi, pintu PVC atau plastik ini bisa jadi pilihan.

4. Pintu Kamar Mandi Galvalum

Galvalum merupakan jenis material yang semakin populer digunakan di bidang konstruksi, termasuk untuk membuat pintu kamar mandi. Galvalum sendiri adalah singkatan dari galvanis dan aluminium. Perpaduan kedua logam tersebut menciptakan pintu kamar mandi yang memiliki durabilitas tinggi serta tidak gampang rusak.

Selain daya tahannya, banyak orang menjatuhkan pilihan pada material galvalum untuk pintu kamar mandi adalah karena model dan warnanya yang beragam. Harga pintu kamar mandi galvalum juga cukup bervariasi mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah. Dengan rentang harga ini, kamu dapat memilih jenis pintu galvalum yang paling sesuai dengan bujet.

5. Pintu Kamar Mandi uPVC

Pintu kamar mandi dari bahan uPVC asalnya dikembangkan dari bahan pembuat material kusen PVC. Untuk bahan kusen, material PVC memang terbilang kurang kuat. Namun, tidak demikian dengan uPVC atau Unplasticized Polyvinyl Chloride. Material turunan plastik ini cenderung lebih keras dibanding plastik biasa. Ini karena sifat lenturnya dikurangi agar lebih kokoh dan kuat.

Mirip dengan pintu kamar mandi dari bahan PVC, pintu uPVC memiliki beragam keunggulan seperti antirayap, tahan lembap, dan tidak bisa berkarat. Material ini juga tidak menghantarkan panas dan mampu meredam suara sampai 40 desibel.

6. Pintu Kamar Mandi Kaca

Untuk rumah dengan gaya modern, pintu kamar mandi kaca adalah material yang paling cocok, apalagi kalau kamu memiliki ruang shower di dalam kamar mandi. Karena memiliki kesan mewah, material ini paling sering dipilih untuk pintu kamar mandi di hotel dan apartemen. Selain itu, kaca bisa memberikan kesan luas dalam ruangan.

Sayangnya, material kaca memiliki sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah sifatnya yang mudah tergores, retak, dan pecah jika terkena benturan. Perawatannya juga lebih rumit karena memerlukan cairan pembersih khusus.

Tips Memilih Pintu Kamar Mandi

1-2 rumahcom

Sumber : Rumah

Setelah mengetahui jenis-jenis pintu kamar mandi berdasarkan material yang digunakan untuk membuatnya, kamu juga perlu mempertimbangkan berbagai hal sebelum membeli pintu kamar mandi. Simak tipsnya berikut ini!

1. Pilihlah Material yang Sesuai

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, material kayu tidak cocok untuk kamar mandi berukuran kecil. Kalau kamar mandi kamu termasuk mungil, sebaiknya pilih material lain seperti PVC atau uPVC. Selain mempertimbangkan ukuran kamar mandi, pemilihan material juga sebaiknya disesuaikan dengan tema interior rumah kamu agar tetap serasi.

2. Perhatikan Arah Bukaan Pintu

Arah bukaan pintu juga perlu diperhatikan dengan baik. Untuk kamar mandi yang kecil, alih-alih membuat bukaan pintu ke arah dalam, pasanglah pintu dengan posisi membuka keluar. Kalau tidak memungkinkan, model pintu geser lebih cocok diaplikasikan karena tidak banyak memakan ruang.

Selanjutnya, pastikan posisi pintu saat menutup atau membuka tidak menghalangi kabinet, cermin, atau benda penting lain di kamar mandi. Ini penting demi menjaga fungsionalitas kamar mandi agar tidak terganggu.

3. Pilih Finishing Pintu yang Tepat

Beberapa jenis pintu seperti PVC memang tidak memerlukan finishing. Untuk bahan kayu, usahakan untuk memberikan lapisan berupa cat atau vernis agar pintu lebih tahan lama.

Dengan mengetahui jenis-jenis pintu kamar mandi dan tips memilihnya, kamu bisa lebih mudah menentukan pilihan. Kamu bisa mengaplikasikannya pada rumah yang akan kamu beli di ManiaEstate, loh!